Dinas Pendidikan

Pemerintahan Kota Batam
Jln. Pramuka Komplek Perkantoran Sekupang - Batam

Renstra - Gambaran Umum Kondisi Pendidikan

A.Gambaran Umum Kondisi Pendidikan

Salah satu prinsip gerakan reformasi dalam pendidikan adalah “pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta mereka dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu pendidikan”. Sejalan dengan prinsip di atas. perubahan mendasar menuju paradigma pendidikan masa depan adalah pelaksanaan pendidikan berbasis sekolah atau madrasah pada tingkat pendidikan dasar dan menengah. serta otonomi Perguruan  Tinggi pada tingkat pendidikan tinggi. Pembaharuan sistem pendidikan juga meliputi penghapusan diskriminasi antara pendidikan yang dikelola oleh pemerintah dan pendidikan yang dikelola oleh masyarakat. serta perbedaan pengelolaan antara pendidikan keagamaan dan pendidikan umum.

Beberapa hal penting berkaitan dengan rencana strategis tentang paradigma pendidikan masa akan datang. dirumuskan melalui prinsip visioner. meliputi; (1) visi. (2) misi. (3) motto; dan (4) analisis lingkungan strategi. Analisis tersebut meliputi: Pencermatan Lingkungan Internal (PLI). yaitu memperhatikan kekuatan. terdiri dari: pengalaman program sekolah. SDM. strategi sekolah. dan  strategi jurusan. Selanjutnya. memperhatikan kelemahan  yang meliputi: sarana dan prasarana. sistem penunjang administrasi. kualitas layanan. akreditasi sekolah. pemerataan kompetensi guru. keterampilan tenaga laboratorium. atmosfir akademik. penelitian. sumber dana. tingkat kesejahteraan guru dan tenaga administrasi. dan sistem database sekolah. Selain itu. Pencermatan Lingkungan Eksternal (PLE). memuat: Peluang Kebijakan pemerintah untuk: (1) pengembangan Kawasan Kota Batam (berbatasan Negara tetangga). (2) Badan Hukum Pendidikan. (3) Guru sebagai tenaga professional. dengan gaji yang layak; (4) Kesempatan kerjasama dengan Dunia Usaha dan Industri (DUDI). (5) Kesempatan memperoleh hibah dari lembaga donor. pemerintah dan swasta dari dalam maupun luar negeri. (6) Kebijakan pemerintah tentang pengembangan pendidikan berbasis kewirausahaan. (7) peluang kerjasama dengan alumni. (8) orangtua siswa yang mempunyai kemampuan berbagai bidang yang berbeda-beda. Sedangkan kelemahan. meliputi: (1) rendahnya kemampuan ekonomi masyarakat sebagai akibat krisis ekonomi. (2) terbatasnya sekolah dengan biaya murah. (3) keterbatasan lahan dalam pembangunan sekolah baru maupun ruang kelas baru serta sarana dan prasarana yang lain (4) pesatnya perkembangan IPTEK secara yang dapat disalah gunakan siswa.

Telah banyak usaha dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia. Namun di sisi lain. terdapat beberapa faktor yang mengakibatkan mutu pendidikan sulit untuk ditingkatkan. Pertama. kebijakan dalam penyelenggaraan pendidikan  menggunakan pendekatan hasil akhir. Kebijakan ini hanya mengandalkan input yang baik untuk menghasilkan output yang baik. masalah proses hampir diabaikan. Kedua. penyelenggaraan pendidikan secara sentralistik. Keputusan birokrasi dalam hal ini hampir menyentuh semua aspek sekolah. yang kadang-kadang tidak sesuai dengan kondisi sekolah tersebut. Akibatnya. sekolah kehilangan kemandirian. motivasi. dan inisiatif untuk mengembangkan lembaganya. Ketiga. peran serta masyarakat dalam pengelolaan pendidikan masih kurang. Partisipasi masyarakat dalam pendidikan hanya bersifat dukungan dana. Padahal yang lebih penting adalah partisipasi dalam hal proses pendidikan yang meliputi; (1) pengambil keputusan. (2) monitoring. (3) evaluasi. dan (4) akuntabilitas. Dengan demikian. sekolah dan masyarakat secara bersama-sama bertanggungjawab dan berkepentingan terhadap hasil pelaksanaan pendidikan. bukan sekolah yang bertanggungjawab kepada masyarakat terhadap hasil pelaksanaan pendidikan itu sendiri.

A.1. Aspek Permasalan Pendidikan

NOASPEK STRATEGISASPEK PERMASALAHANREKOMENDASI/KEBIJAKANAN

1.

 

2.

 

 

3.

 

4.

 

5.

 

6.

 

7.

 

8.

 

9.

Meningkatkan daya tamping di sekolah baik pendidikan Dasar maupun pendidikan menengah

Menambah jumlah sarana baik Ruang kelas baru maupun pembangunan Gedung sekolah baru

Meningkatkan Manajemen Berbasis sekolah serta mendorong partisipasi masyarakat


Meningkatkan pendidik dan tenaga kependidikan  

mengikuti pendidikan berkualifikasi S1/D4


Menambah jumlah alat penunjang baik alat media. maupun alat praktek di sekolah


Meningkatkan pendidikan berkerakter dan beraklak mulia


Meningkatkan layanan pendidikanPAUD kompetensi

Membentuk sekolah menjadi satuan kerja (satker)

 

Kondisi Geografis Mempengaruhi rendahnya akses layanan Pendidikan Di Daerah Hinterland

Tingginya Urbanisasi Penduduk Penduduk yang berimplikasi pada tidak meratanya penyebaran sarana prasarana pendidikan

Belum optimalnya partisipasi masyarakat. terhadap pelayanan pendidikan

Belum terpenuhinya tenaga pengajar/guru TK.SD SMP. SMA/SMK berkualifikasi S-1/D4 serta memiliki sartifikasi Guru

Rasio Ruang kelas terhadap peserta didik (40.1) serta belum terpenuhinya daya tampung sekolah

Masih kurangnya alat bahan  ajar atau alat media alat praga / praktek di sekolah

Belum optimalnya pendidikan berkerakter bangsa dalam mendukung terwujudnya manusia yang unggul dan beraklak mulia

Ketersediaan Pelayanan PAUD dan Pendidikan Layananan Khusus yang bermutu

Tata Kelola Satuan Pendidikan TK.SD.SMP.SMA.SMK dan UPTD  yang belum Satuan Kerja (SATKER)

 

Meningkatkan ketersediaan dan keterjangkauan layanan pendidikan

s.d

Tata Kelola Pelayanan pendidikan serta meningkatkan partisipasi masyarakat

Meningkatkan Kompetensi dan kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan

Meningkatkan ketersediaan dan keterjangkauan layanan pendidikan

Meningkatkan alat penunjang atau alat pragra disekolah

Meningkatkan kesetaraan pendidikan serta pendidikan berkerakter bangsa

Pelatihan guru pauni dilakukan sebulan satu kali pada satuan latihan pauni disetiap kecamatan.
Meningkatkan Tata Kelola Layanan pendidikan

B. Gambaran Umum Data Pendidikan 
         Dalam menyusun rencana strategis 2011 – 2016 diperlukan analisis kondisi internal pendidikan sebagai referensi untuk mengetahui capaian dan permasalahan yang terjadi. dapat kami gambarkan data umum pendidikan tahun 2011 sebagai berikut :

Tabel. 1.b.
Gambaram Umum Data Pendidikan Kota Batam
JENJANG PENDIDIKANSTATUSRombelRuang Kelas Yg adaJumlah Murid
NSJmlNSJmlNSJmlNSJml

TK

11281292--0227677893.7939.96613.759

SD

1351552901.6071.2322.8399371.1902.12767.82734.946102.773

MI

217193412015419991181.3203.3504.670

SDLB

-22-1313-1919-187187

SMP

457111646030876844033577540.1488.36548.513

MTS

29112114351910297196681387

SMPLB

-11-33-33-2424

SMA

1622381671212881771673446.8033.42910.232

SMK

62632952683633603256853.1296.1259.254

MA

111126374393847198737935

SMALB

-11-55-1515-1919
JUMLAH2185968142.3902.1214.5111.9832.9684.951123.93767.816191.753

 

Tabel. 2.b
Gambaran Umum Pendidikan Dasar  PAUD Formal (TK) Negeri / Swasta
NO.KECAMATANSTATUSJml. SiswaJUMLAH GURUJUMLAH RUANG KELAS
NSKlmpKlmpPNSHNR/YysJMLNSJML
AB
1.

Sekupang

23846912021418920378289
2.

Batu Aji

1354471311315716027577
3.

Sagulung

25225317495190195498102
4.

Sei- Beduk

116995290727203434
5.

Batam Kota

1641407228454314363206209
6.

Nongsa

118983281888914445
7.

Lubuk Baja

0205398242169171 00
8.

Batu Ampar

0121964241666702525
9.

Bengkong

123166111951191242196198
10.

Galang

10168123101
11.

Bulang

213465268213
12.

Bel. Padang

026912311415066
JUMLAH28128137939966401503154322767789
Data Juni 2011

 

Table.3.b
GAMBARAN UMUM PENDIDIKAN DASAR  PAUD NON FORMAL 
NO.KECAMATANSTATUSJml. SiswaJUMLAH GURUJUMLAH RUANG KELAS
NSKlmpKlmpPNSHNR/YysJMLNSJML
AB
1.

Sekupang

01406120535302020
2.

Batu Aji

02905910616102020
3.

Sagulung

02807160656502424
4.

Sei- Beduk

06071099022
5.

Batam Kota

0360658010710702222
6.

Nongsa

010027402323099
7.

Lubuk Baja

0904180646401414
8.

Batu Ampar

01802860434301010
9.

Bengkong

07016401717055
10.

Galang

030000000
11.

Bulang

05015501515055
12.

Bel. Padang

03024077011
JUMLAH01680396904644640132132
Data Juni 2011